Berita  

Kepergian Sang Pengayom Warga, Ketua RT Bunsalak Tutup Usia

Avatar photo
banner 120x600

 

Radarjagofakta.web.id — 14 Februari 2026 Langit duka menyelimuti Dusun Bunsalak, Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat, H. Mursid atau yang akrab disapa Bapak Pur, telah berpulang pada Jumat (13/02/2026).

Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga warga yang selama ini merasakan kepedulian dan pengabdiannya sebagai Ketua Rukun Tetangga. Di mata masyarakat, almarhum dikenal sebagai pribadi sederhana, mudah ditemui, serta selalu hadir dalam setiap urusan sosial kemasyarakatan.

Prosesi pemakaman dilaksanakan pada Sabtu (14/02/2026) bakda salat Zuhur di pemakaman umum Bunsalak. Sejak pagi, warga berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru tampak menyelimuti ketika jenazah diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir, diiringi doa dan isak tangis keluarga.

Adik kandung almarhum, Suhaili, mengungkapkan bahwa sosok kakaknya dikenal sebagai pribadi yang penuh tanggung jawab dan sangat peduli kepada keluarga maupun masyarakat. “Beliau selalu mengutamakan kepentingan warga. Kami sebagai keluarga merasa kehilangan sosok panutan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hal senada disampaikan Sanusi, salah satu warga Bunsalak. Ia menilai almarhum merupakan figur yang mudah ditemui dan selalu siap membantu. “Kalau ada masalah warga, beliau tidak pernah menunda. Selalu cepat turun tangan,” katanya. Sementara itu, Kepala Dusun Bunsalak, M. Toha, menyampaikan bahwa almarhum merupakan tokoh yang aktif dalam kegiatan sosial dan menjadi penggerak kebersamaan di lingkungan. “Beliau adalah pengayom warga. Kepergiannya tentu menjadi kehilangan besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Seusai pemakaman, keluarga menyampaikan bahwa akan digelar tahlilan selama sembilan malam di rumah duka. Rangkaian doa bersama yang diisi pembacaan Surat Yasin dan tahlil itu bertujuan untuk mendoakan almarhum sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Kini, sosok Bapak Pur telah tiada. Namun bagi warga Bunsalak, jejak pengabdian dan kebaikannya akan tetap hidup dalam ingatan sebagai teladan kebersamaan dan kepedulian sosial. AR.NTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *